*Dari sahabatku Penderita Tunarungu Salam kenal, Halo apa kabar Hepi, saya harap kamu baik-baik saja. Oh iya sebelum menulis surat ini. Saya mohon atas kelalaian saya tidak segera menulis surat untukmu. Saya waktu itu benar-benar sibuk belajar dan bekerja sebab sebentar lagi pelaksanaan Ebta dan Ebtanas akan tiba. Sekarang aku sudah tidak sibuk lagi. Saya senang sekali menerima surat kamu dan saya sangat terharu menerimaku sebagai sabahat pen. Dengan begitu, aku tidak hanya memiliki sobat tunarungu tetapi melainkan sobat yang normal, yang berbeda dengan saya. Kamu sudah cerita banyak tentang dirimu, sekarang aku yang cerita tentang diriku. Namaku adalah Eka Suwarsih. Waktu itu aku dan sekeluarga beragama Budha. Waktu kecil aku sudah terlahir sebagai anak tunarungu. Sejak kecil, aku tidak bisa membaca, menulis dan juga tidak bisa berkata apa-apa. Kalau aku ingin berbicara, rasanya lidahku sulit untuk menyuruhnya berkata sesuatu. Kadang-kadang aku pernah menangis, berteriak-teriak, membe...